Telp. IGD 0295-471289 | Telp. Pendaftaran 0295-474000 | WhatsApp Pendaftaran 0811-2807-051

Mitos dan Fakta Tentang HIV/AIDS

Penulis: dr. Ita Indriani (Dokter Umum RS Budi Agung Juwana)

 

Mitos adalah cerita yang berkembang di masyarakat yang dipercayai masyarakat namun belum dapat dibuktikan mengenai kebenarannya. Fakta merupakan suatu cerita yang sudah terbukti kebenarannya dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai mitos dan fakta HIV/ AIDS akan dibahas pengertian HIV/AIDS.

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Daya tahan tubuh akan semakin menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah virus dan CD4 yang dihancurkan, yang mengakibatkan makin rentannya tubuh terserang berbagai macam penyakit. Infeksi HIV yang tidak tertangani dengan baik akan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan parah yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, tubuh sudah tidak mampu lagi melawan infeksi yang masuk ke tubuh.

Berikut ini akan kita bahas mengenai mitos dan fakta yang beredar di masyarakat mengenai HIV/ AIDS.

  • Mitos: HIV dan AIDS merupakan penyakit kutukan Tuhan.
    Fakta: HIV dan AIDS bukan merupakan penyakit kutukan Tuhan, tetapi HIV/ AIDS merupakan penyakit akibat infeksi virus HIV yang dapat mengenai siapapun baik laki-laki mapun perempuan, dan dari semua usia, penyakit ini menular melalui adanya kontak darah dan hubungan seksual.
  • Mitos: Terinfeksi HIV berarti vonis mati.
    Fakta: terkena penyakit HIV bukan berarti vonis mati karena dengan perawatan dan pengobatan serta pola hidup sehat, orang yang terinfeksi HIV tetap dapat sehat dan berumur panjang. Saat ini sudah terdapat obat untuk menekan perkembangan virus HIV yaitu dengan obat ARV (anti retroviral) yang termasuk dalam program nasional pemerintah dan dapat diberikan secara gratis kepada penderita HIV/AIDS yang berobat sesuai dengan peresepan dokter. Dengan meminum obat ARV rutin juga dapat menurunkan jumlah virus di tubuh penderita HIV sehingga dapat iuga menurunkan resiko penularannya kepada orang lain.
  • HIV dan AIDS dapat menular lewat kontak sosial sehari-hari.
    Fakta: HIV dan AIDS tidak dapat menular lewat kontak sosial seperti alat makan / minum , berjabat tangan, berpelukan, bersentuhan pakaian, menggunakan WC umum bersama orang yang terinfeksi HIV dan AIDS. Resiko penularan HIV/AIDS yaitu melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan penderita HIV, penggunaan jarum suntik bersama, kontaminasi darah dan organ transplan, anak yang dilahirkan secara normal dari ibu HIV. HIV dapat ditularkan melalui cairan berikut ini darah, semen / sperma, cairan vagina, ASI.
  • Mitos: HIV menular lewat udara, saat batuk / bersin.
    Fakta: HIV/AIDS tidak dapat ditularkan melalui udara, ataupun droplet saat bersin / batuk, jadi kita tidak akan tertular infeksi HIV bila kita menghirup udara di 1 ruangan yang sama dengan penderita HIV.
  • Mitos: Anak dari ibu yang terinfeksi HIV pasti juga positif HIV.
    Fakta: Dengan program PMTCT (Pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi), penularan HIV dapat dihindarkan dari ibu positif HIV ke bayinya, dengan bantuan teknologi kedokteran. Sehingga tidak pasti semua anak yang dilahirkan dari ibu dengan infeksi HIV akan melahirkan anak dengan HIV positif.
  • Mitos: HIV dapat menular melalui gigitan nyamuk.
    Fakta: HIV tidak dapat menduplikasi DNA nyamuk sehingga HIV tidak dapat hidup dalam tubuh nyamuk, sehingga nyamuk tidak dapat menjadi media penularan HIV.

Akibat beredarnya mitos-mitos ini maka muncul beberapa stigma dan diskriminasi masyarakat kepda para menderita HIV. Padahal orang yang terkena HIV/AIDS memerlukan dukungan bersama bukan malah dihindari dan dijauhi.

 

Referensi:

Leave a Reply

Tutup Menu